Jumat, 15 Mei 2009

SUKSES DAN PRESTASI

MENGAPA ADA ORANG-ORANG YANG BERNASIB LEBIH MUJUR DARI SESAMANYA? BERIKUT INI KAMI SAJIKAN KUNCI MENUJU KEBERUNTUNGAN.

“SELAMA lebih dari 5 tahun saya telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut lebih dari 100 orang pria dan wanita, “tindakan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang bernasib mujur, tetapi yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang tidak mujur?”“Jawaban-jawaban yang dapat saya kumpulkan dari mereka telah membawa saya kepada suatu kesimpulan bahwa ada lima ciri utama yang membedakan orang-orang yang mujur dan tidak. dengan berijak pada kesimpulan tersebut saya berkeyakinan nasib mereka hanya dengan cara memasukan ciri-ciri tersebut ke dalam kehidupan mereka sehari-hari. inilah yang dapat Anda lakukan :

1. BINALAH PERSAHABATAN SEBANYAK MUNGKIN.
Pada umumnya orang-orang yang paling beruntung dalam hidupnya biasanya adalah orang-orang yang punya banyak teman dan kenalan.William Battalia, seorang pimpinan biro jasa penyedia manajer yang membawa keuntungan bagi orang-orang dalam bentuk tawaran-tawaran pekerjaan yang menguntungankan, telah menganlisa rantai-rantai keadaan yang telah membantunya dalam memenangkan posisi calon-calon pekerja. mayoritas rantai-rantai tersebut ternyata berkisar pada persyahabatan.“orang-orang yang beruntung”, Kata Battalia, “adalah orang-orang yang suka berteman. orang-orang ini selalu bersikap ramah tamah ke manapun mereka melangkahkan kali. dimanapun mereka berada, mereka selalu menyapa dan bahkan mengobrol dengan orang-orang disekeliling mereka yang belum mereka kenal.

2. HARGAILAH FIRASAT-FIRASAT ANDA.
Firasat adalah kesimpulan yang didasarkan atas fakta-fakta yang telah secara tepat diamati, disimpan, dan diproses dalam pikiran-pikiran kita. firasat-firasat tersebut merupakan fakta-fakta yang tidak kita kenali secara sadar karena tersimpan dengan rapih dalam tingkat alam bawah sadar kita.seorang pemilik hotel terkenal, Conrad Hilton, meraih suskesnya yang sangat besar, sebagian besar terutama karena ia memiliki ketrampilan berfirasat yang telah diasahnya dengan baik. Hilton pernah mencoba membeli sebuah hotel tua di Chocago. pemilik hotel tua itu akan menjual hotelnya kepada penawar yang tertinggi dalam suatu lelang. semua tawaran yang telah dimasukan dalam amplop-amplop tertutup akan dibuka secara bersama-sama pada tanggal penutupan lelang tersebut, Hilton memasukan penawaran sebesar Rp. $165.000. malam itu Hilton sangat gelisah dan tidak dapat tidur, pikirannya tidak tenang dan sering terbangun karena firasatnya mengatakan bahwa penawarannya tidak akan berhasil.
“Rasanya penawaran saya tidak akan berhasil,” katanya kemudian. menyadari intuisi aneh yang sedang bercokol dalam pikiranya, Hilton yang sangat berambisi membeli hotel tersebut segera mengajukan penawaran lain sebesar Rp.$180.000. Ternyata, setelah diumumkan, penawaran yang tertinggi, Sebuah penawaran lain dibawah penawaran Hilton adalah $179.000. Jadi dapat dipastikan Hiltonlah yang berhasil membeli hotel tersebut.
Firasar Hilton tentu bersumber dari segudang pengalaman yang telah tertanam dengan kuat dalam lubuk pikirannya. Semenjak membeli hotelnya yang pertama sebagai seorang muda di Texas, Hilton telah mengumpilkan banyak banyak pengetahuan dari berbagai sumber tentang kehidupan bisnis.
Bilamana kita bisa mempercayai firasat kita? seorang ahli firasat yang berhasil, seorang pialang saham, mengatakan, “Saya bertanya-tanya pada diri sendiri mungkinkan saya telah mengumpulkan data-data tentang situasi ini tanpa menyadarinya? Bila jawaban-jawabannya adalah “ya” dan bila firasat-firasat tersebut terasa kuat, sya cenderung untuk mengikutinya.”
Dua hal yang harus Anda ingat : Pertama jangan pernah menganggap firasat-firasat tentang apapun juga sebagai semacam lotre, undian, atau mesin judi. Firasat-firasat tersebut sama sekali tidak mungkin bersumber dari kolam-kolam kenyataan yang tersembunyi dalam diri kita, karena tidak ada fakta, Kedua, jangan kacaukan suatu firasat dengan harapan-harapn. Kebanyakan firasat yang buruk semata-mata merupakan harapan-harapan tersamar.

3. MILIKI KEBERANIAN.
Biasanya orang-orang yang beruntung dalam hidupnyanya adalah orang-orang yang memiliki keberanian, dan mereka yang paling penakut biasanya menjadi orang yang paling tidak beruntung. Keberuntungan mungkin menciptakan keberanian, dan sebaliknya, keberanian juga membantu menciptakan keberuntungan.
- Siaplah untuk menempuh jalan yang berkelok-kelok, untuk melompat menuju arah yang baru bila kesempatan emas menanti didepan Anda.
- Kenalilah perbedaan antara tindakan yang berani dan tindakan yang gegabah. Bila Anda mempertaruhkan hidup Anda pada suatu spekulasi yang luar biasa sebagai landasan dan kemudian ternyata Anda kehilangan segala sesuatu, itu namanya gegabah. Bila Anda bersedia menerima suatu tawaran kerja baru yang penuh tantangan, meskipun Anda dipenuhi kekuatiran kalau-kalau Anda terpeleset ke jurang ketidaktahuan, itu yang disebut berani.
Paul Getty, seorang milyuner, dan seorang yang sangat beruntung, telah menempuh jalan berliki-liku sepanjang tersebut hidup masa mudanya. Paul Getty masuk ke perguruan tinggi karena mula-mula ia berfikir akan menjadi sorang penulis. Lalu memutuskan bahwa ia ingin memasuki dunia diplomatik. Tetapi setelah lulus sarjana, ternyata ia tertarik pada bidang usaha minyak karena saat itu ia terjadi ‘oil boom’ di Oklahoma, padahal tak pernah sebelumnya bisnis minyak pernah terlintas dalam pikiran-pikirannya. ayahnya memang menjadi kaya raya untuk menunda karir diplomatiknya selama setahun dan mencoba mengadu nasib dalam bisnis minyak.
Getty mengumpulkan uang dengan bekerja di sekitar anjungan-anjungan minyak dan kadang-kadang ia terpaksa meminjam uang dari ayahnya yang berprinsip keras tidak ingin memanjakan anaknya. Ia ingin agar anaknya mau berusaha dan bekerja keras. oleh sebab itulah ia tidak mau memberikan uang secara cuma-cuma kepada Paul Getty-Paul harus berhutang walaupun dengan bunga yang relatif rendah, Getty yang masih muda telah bertindak dengan berani, namun tidak gegabah. Ia tidak pernah memasuki spekulasi yang cukup besar sehingga menimbulkan kesulitan baginya.
Perjalanan awalnya memang diwarnai dengan kegagalan-kegagalan, namun demikian Getty berhasil melakukan produksi minyak perdananya secara besar-besaran dan akhirnya ia mendapatnya keuntungan yang sangat melimpah walau ketika itu baru berusia 23 tahun.
Untung? Tentu saja. Getty memang pantas menerima keuntungan tersebut, Getty telah melakukan segala sesuatu dengan berani dan tepat. Bagaimana Getty tahu bahwa sumur minyak tersebut membawa keberuntungan? Dia tidak tahu apa-apa wakau ia telah berusaha sekuat tenaga untuk mengulkan berbagai fakta. “Selalu ada elemen kesempatan” katanya, “dan Anda harus bersedia menggeluti elemen tersebut. Bila Anda menekankan ke pastian, Anda akan melumpuhkan diri sendiri.

4.TEKAN KERUGIAN-KERUGIAN SEMINIM MUNGKIN.
Orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang berhasil menyingkirkan nasib buruk sebelum nasin tersebut menjadi lebih buruk lagi. Hal ini seolah-olah merupakan taktik yang sederhana, namun banyak orang terutama yang bernasib tidak mujur, nampaknya tak pernah menguasai taktik tersebut.
Hampir selalu ada saat untuk memulai setiap kegiatan adu untung yang akan membawa kerugian yang sangat kecil atau bahkan tidak sama sekali. Namun saat tersebut mungkin akan berlalu maka Anda akan sadar bahwa kesempatan tersebut telah datang namun Anda tidak dapat berbuat apa-apa lagi, karena semuanya berlalu.
Bill Battalia menyajikan sejumlah cerita tentang nasib buruk yang sebenarny dapat dihindari. Sebagai contoh ia menceritakan seorang ahli kimia yang keluar dari pekerjaannya di perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan untuk beralih ke bidang usaha lain di New York yang dianggapnya akan memberikan upah yang lebih besar. Isteri ahli kimia ini berfikir bahwa suaminya sedang melakukan suatu kesalahan dan pati akan mengalami penderitaan bila hidup dalam suatu lingkungan kota besar seperti New York. Bekas bosnya dalam perusahaan yang lama juga meragukan kemampuannpemuda tersebut untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam perusahaan besar.
“Bila Anda ingin kembali,” katanya, “jangan segan-segan untuk mengungkapkan keinginan Anda tersebut kepada saya,”
Setelah beberapa bulan pindah ke New York ahli kimia ini menyadari bahwa istri dan bekas bosnya benar. Ia tidak menyukai kehidupannya di kota metropolitan seperti New York. Lagi pula pekerjaan dan prospeknya ternyata jauh berbeda dan jabaran pekerjaan yang telah pernah ditandatanganinya. Inilah saatnya untuk menghentikan keinginginan-keinginannya, tetapi ahli kimia tersebut terus berharap bahwa suatu awal buruk akan berakhir dengan kebahagiaan. Pada saat ini akhirnya memutuskan bahwa masalahnya. Betapa susahnya untuk mengatakan, “saya salah, “Memang sulit sekali meninggalkan suatu investasi uang, kasih sayang, waktu, upaya, dan komitmen.
Lain lagi halnya dengan Gerald M. Loeb, seorang spekulan bursa saham yang paling brillian dan paling untung. Baru-baru ini mengatakan, “Mengetahui kapan harus menjual dan kapan harus mengambil tindakan yang berani untuk melakukannya, adalah teknik yang penting dari suatu kehidupan yang berhasil,”
Seorang bankir Swiss yang telah berhasil atas bisnisnya merumuskan kisah suksesnya sebagai berikut : “Bila Anda kalah tarisk tambang dengan seekor harimau, berikan tali itu kepadanya sebelum harimau itu akhirnya menerkam Anda. Anda akan selalu dapat membeli tali yang baru.”

5. BERSIKAPLAH UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI MASALAH YANG TIMBUL
Kabanyakan orang yang beruntung dalam hidupnya sangat waspada dalam menjaga pesimisme, menjaganya terhadap serangan-serangan, melatihnya setiap hari agar pesimisme ini tetap condong dan keras. Paul Getty menyatakan, “Bila saya memasuki suatu urusan bisnis, pikiran-pikiran utama saya bergerak pada bagaimana cara untuk menyelamatkan diri bila segala sesuatunya ternyata menjadi gagal total.”
Penggunaan pesimisme dikalangan orang-orang yang beruntung dikatakan sebagai Hukum MUrphi. “Bila sesuatu menjadi berantakan, sesuatu itu benar-benar akan menjadi berantakan. Karena itu jangan pernah beranggapan bahwa diri Anda adalahan kesayangannsang nasib mujur. “Jangan pernah lengah, tetaplah berjaga-jaga.
Suatu penelitian tentang kecelakaan yang diakibatkanoleh keteledoran l, adalah mereka yang memiliki para pengemudi yang “beresiko buruk” yang ikut terlibat dalam kecelakaan yang melebihi tingkat normal, adalah mereka yang memiliki ciri kepribadian yang menunjul, yang optimismenya sangat berlebihan.
Para pengemudi yang beresiko buruk sangat yakin akan ketrampilan sendiri, akan pengertian yang baik, dan kemampuan para pengemudi lain, dan akan nasib mujur yang akan menyertai mereka.
Para pria dan wanita yang mendapatkan nasib baik, sadar sepenuhnya bahwa ada kehidupan yang sepenunhya berada di bawah kontrol pemiliknya. Bila Anda berpegang teguh pada ilusi kontrol, Anda akan dapat membangun kibu pertahanan terhadap nasib buruk, dan bila nasib buruk menghantam kehidupan Anda, Anda akan menjadi patah semangat sehingga tidak mampu bereaksi dalam cara-cara yang berguna.
Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang menjadi kesayangan “Sang Keberuntungan,” tetapi yang menjadi alasan mengapa mereka disayang adalah bahwa mereka tidak pernah dianggap bahwa mereka akan menjadi kesayangan. Mereka tahu dengan pasti bahwa “Sang Keberuntungan” senantiasa berubah-ubah.

Jangan Sekali-kali Berfikir Tentang Kegagalan

MEREKA YANG BERADA DI JALAN-JALAN KEBERHASILAN SELALU MEMANDANG KE DEPAN, BUKAN KEBELAKANG.

RAY MEYER, seorang pelatih bola basket universitas de paul telah berhasil memimpin regunya dengan memboyong kemenangan dalam 37 pertandingan. Suatu kali ketika regunya mengalami kekalahan setelah meraih 29 kemenangan, sya menanyakan perasaan-perasaannya sehubungan dengan kekalahan tersebut. Jawabannya “Luar biasa. kini kami dapat lebih berkonsentrasi pada kemenangan daripada berusahan agar tidak mengalami kesalahan.”
Bagi banyak orang, kata “gagal” menyiratkan suatu makna titik akhir. Lain halnya bagi para pemimpin yang berhasil, kegagalan justru merupakan titik awal dan batu loncatan menuju usaha-usaha yang diperbaharui. Para pemimpin besar tidak akan terpancang kegagalan-kegagalan.
Hal ini menjadi jelas bagi kita setelah kita mewawancarai para pemimpin yang dikenal sukses serta mengkaji kehidupan dari 90 orang pria dan wanita yang berhasil.
- Para pemimpin perusahaan, senator, pelatih olahraga, dan lain-lain, Hasil wawancara tersebut kami jadikan sebagai bahan penulsan buku tentang kepemimpinan. orang-orang yang sukses tersebut bahkantidak pernah gunakan kata-kata yang bersinonim dengan kegagalan seperti “kesalahan,” awal yang salah” dan “kemerosotan.”
Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa para pemimpin yang saya wawancarai merasa bangga dengan kegagalan-kegagaln yang pernah mereka buat, namun yang pasti mereka yakin bahwa mereka dan para bawahan mereka dapat belajr dari kesalahan-kesalahan yang mereka buat.
Beberapa tahun yang lalu seorang pimpinan yunior IBM yang dianggap sangat profesional membuat suatu kesalahan besar sehingga menyebabkan perusahaan tersebut mengalami kerugian beberapa juta dolar. Thomas J. Watson Sr, salah seorang pendiri IBM, memanggil pemimpin muda tersebut ke kantornya, dengan begitu bertemu, pimpinan yunior tersebut langsung mengatakan, “Anda pasti menginginkan pengunduran diri saya, bukan?” Namun dengan tenang Watson menjawab, “Tidak, sama sekali tidak. Bukankah kita elah mengeluarkan biaya beberapa juta dolar untuk pendidikan Anda?”
Sikap lain yang dijumpai dalam diri para pemimpin yang sukses adalah mereka sangat menghargai enerji-enerji yang telah mereka curahkan dalam mengerjakan suatu tugas. Dalam diri mereka kita juga menemukan suatu penggabungan antara kerja keras dan santai. Para pemimpin tersebut sangat menikmati pekerjaan yang mereka lakukan sehingga tak ada waktu untuk memikirkan rasa kuatir akan kegagalan.

Mereka meniti kepemimpinan secara tegar tanpa rasa takut
Jadilah Seorang Yang Berbeda………..Dan Terus Maju

BANYAK ORANG-ORANG YANG BERHASIL DALAM BISNISNYA, ATAU ORANG-ORANG YANG DAPAT DENGAN MUDAH MEWUJUDKAN CITA-CITANYA. KEBERHASILAN MEREKA TERCAPAI KARENA TIDAK MENGIKUTI KEBIASAAN-KEBIASAAN TRADISIONAL.

SETUJUKAN Anda dengan buku-buku kuliah di universitas yang memuat deskripsi-diskripsi tentang para eksekutif yang berhasil dalam hidup mereka? Seringkah Anda bekerja lembur sampai larut malam? Seringkah Anda pulang ke rumah dengan membawa pekerjaan kantor untuk diselesaikan? Apakah Anda memiliki kebiasaan mengikiti pola selalu berfikir untuk mempelajari seluk beluk suatu proyek secara sangat mendetail dan Anda seringkali mudah untuk mengambil tanggung jawab baru?
Kalau Anda termasuk dalam golongan orang yang menjawab “ya” pada pertanyaan-pertanyaan diatas, Aanda tidak sedang berada dalam tahap menuju kemajuan. Anda mungkin terkejut bahwa prilaku bisnis yang umum dilakukan saat ini, sedang dikaji kembali. silahkan Anda baca dan pelajari hukum-hukum manajemen non konformis berikut ini :
Berusahalah Untuk Tidak Bekerja Lembur
Anda bekerja pada suatu perusahaan yang telah menetapkan jam-jam tertentu, misalnya dari jam delapan pagi sampai dengan jam lima sore, setiap hari Senin sampai jumat, bila banyak pekerjaan Anda yang sering tidak tertangani selama jam-jam kerja tersebut sehingga Anda terpaksa kerja lembur, ini menunjukan bahwa manajemen waktu (Management ot Time) Anda sangatlah buruk. Dalam hal ini Anda juga dapat disebut sebagai seseorang yang kurang menguasai bidang pekerjaan yang sedang Anda geluti, dan bahkan lebih dahsyat lagi, Anda juga akan dapat dianggap sebagai seorang yang telah gagal dalam menerapkan cara-cara kerja efesien.
PERKECUALIAN : Sekali-kali, bekerja lembur memang perlu, khususnya pada saat kegiatan suatu proyek sangat meningkat di luar perkiraan sedangkan waktu penyelesaian (deadline) proyek tidak dapat ditunda lagi.
Kebiasaan ‘membawa pekerjaan kantor ke rumah pada dasarnya akan lebih banyak merugikan daripada menguntunkan diri Anda. Kebiasaan ini sangat tidak baik karena akan menjadi bersumber berbagai alasan bagi Anda untuk menunda pengambilan keputusan.
Jangan Duduk Menghadapi Meja Kerja Anda Sepanjang Hari
Para manajer yang selalu tiba di kantornya jam 9 pagi dan kemudian langsung duduk di depan mejanya sampai jam 5 sore adalah manajer yang berorentasi pada ’belakang meja’ bukan pada ‘tindakan’. Para eksekutif yang kreatif menyadari bahwa waktu-waktu yang digunakan diluar lingkunagn meja kerjanya merupakan waktu yang sangat penting-bukan saja untuk menyegarkan kembali pikirannya, melainkan juga untuk berpartisipasi dalam pengalaman-pengalaman dan kegiatan-kegiatan baru yang sedang berlangsung dalam lingkungan kerjanya.
Jangan Memikirkan Proyek Sampai ke Hal Yang Sangat Detil
Seorang manajer yang memberi titik pada setiap huruf “i” dan memberi tanda silang pada huruf “t”, pada umumnya tidak menggunakan waktunya dengan baik. Hanya sedikit proyek yang dapat direncanakan dengan sangat tepat dan teliti. Seorang manajer yang baik mengatakan bahwa sejumlah masalah harus dihadapi dan diatasi dalam setiap tingkatan yang kritis dari setiap proyek. Tugas yang paling utama adalah mencari berbagi kemungkinan pemecahan masalah yang sedang dihadapi, mengambil keputusan secara tepat dan kemudian mengupayakan agar timnya dapat menjalankan keputusan tersebut dengan baik.
PERKECUALIAN : Kasus-kasus memerlukan pola kerja yang ketat, khusunya untuk kasus-kasus yang memungkinkan pengontrolan terhadap berbagai variabel. Namun disini, pelaksanaan tingkat demi tingkat dan penilaian posisi Anda pada setiap tahap akan membawa keuntungan.

Mengambil Keputusan Yang Tersulit

SUATU PILIHAN SULIT. SEPERTI HALNYA LATIHAN YANG BERAT, AKAN MEMPERKUAT DIRI ANDA.

KETIKA saya bercerita kepada guru les lukis bahwa saya akan melanjutkan studi di sebuah sekolah seni pada musim gugur ini, ia hanya memberi komentar singkat, “Bagaimanapun juga lima tahun mendatang akan tetap berlalu.”
Apa sebenarnya makna yang tersirat diantara kata-kata guru les sya tersebut? Dalam arti saya merasa jengkel karena tidak mendapatkan dukungan yang sangat saya harapkan dari guru les tersebut. Malam itu saya tak dapat memejamkan mata dan otak saya terus berputar. Tiba-tiba timbul inspirasi pada pikiran saya, “Waktu lima tahun memang tetap akan berlalu, tanpa peduli saya benar-benar telah melakukan sesuatu yang berguna ataupun tidak.” Pada ujung waktu lima tahun mendatang saya dapat menengok kembali ke belakang sambil berkata, “Lima tahun telah berlalu, saya telah menyelesaikan kuliah seni lukis saya dan sekarang telah berhasil menjadi seorang pelukis yang jauh lebih baik dibandingkan dengan lima tahun yang silam,” Sebaliknya mungkin saya juga akan berkata : “Saya menyesal karena saya tidak jadi belajar di sekolah seni. Kini setelah waktu lima tahun berlalu, saya bukanlah seorang pelukis yang lebih baik dari 5 tahun yang lalu. Jadi, apa yang telah saya capai selama lima tahun tersebut?”
Kini bilamana saja saya dihadapkan pada dua pilihan antara melakukan sesuatu dan tidak, saya akan selalu berkata pada diri sendiri. “Bagaimanapun juga waktu yang lima tahun tersebut pasti akan berlalu.”
Kini timbul masalah lain, yaitu bila kita dihadapkan pada pembuatan keputusan buka antara melakukan sesuatu dan sesuatu yang lain, tetapi antara melakukan sesuatu dan sesuatu yang lain. Saya sadar bahwa untuk membiayai kuliah seni saya harus menggunakan uang yang telah saya tabung sedikit demi sedikit untuk membeli sebuah sofa baru sebagai pengganti sofa yang lama. Saya memutuskan untuk tidak membeli sofa baru. Akhirnya, cukup memperbaiki sofa saya juga membutuhkan biaya. Saya tetap memutuskan untuk tetap melakukan keduanya. Lalu saya menemui pengusahasa sofa di kota tempat tinggal saya dan melakukan tawar menawar dengan mereka; saya akan membuatkan dia sebuah lukisan isterinya sebagai pembayaran pekerjaan memperbaiki sofa saya. Ternyata ada salah satu orang yang menerima tawaran saya. Jadi dalam hal ini saya bisa mendapatkan dua hal yang saya inginkan saya dapat melanjutkan kuliah dan dapat melakukan perbaikan sofa, meskipun saya tidak membeli sofa yang baru.
Seorang teman memperkenalkan sebuah frasa paradoks yang bagus “Bila Anda ragu memilih salah satu dari dua hal yang harus Anda lakukan, lakukanlah keduanya. komentar ini diucapkan oleh seorang teman sebagai tanggapan atas pertanyaan saya tentang keputusan memilih perjalanan ke New England atau Pennsylvania untuk menikmati pemandangan warna warni musim gugur. Tentu saja saya menjadi marah mendengar ucapan tersebut.

Laksanakan Ide-ide Kecil Anda

ANDA MELIHAT SUATU PROYEK BARU, SUATU PERUSAHAAN BARU YANG TUMBUH BAGAI SEBUAH RUMAH YANG TERBAKAR HEBAT DAN ANDA BERTANYA-TANYA “MENGAPA SAYA MENDAPATKAN IDE-IDE TERSEBUT?”

Orang-orang yang sedang berbelanja di sebuah toko serba ada di Toronto sejenak tertegun melihat keributan kecil yang terjadi di salah satu bagian dari toko tersebut. Dua orang petugas keamanan tampak menyeret dengan paksa seorang pencopet ke dalam ruang keamanan. Pencopet tersebut tanpak meronta-ronta sambil meneriakkan protes setelah pencopet tersebut dibawa masuk kedalam keamanan melepasakan pencopet tersebut dan sambil menepuk bahu ‘pencopet’ tersebut ia berkata, “Sungguh suatu adegan yang sangat bagus! Program berikutnya akan diadakan dibagian penjualan alat-alat olahraga.”
Pencopet tersebut adalah orang khusus disewa oleh pemilik toko sera ada untuk bermain sandiwara sebagai pencopet. Biasanya ia adalah seorang aktor profesional atau pemain drama kampus. “Kami mendapatkan ide ini ketika kami mempelajari bahwa penangkal pencopet yang paling ampun adalah memanfaatkan ketakutan pencopet untuk dipermalukan di depan umum,” kata Les Cohen, pimpinan dari “Rent A Thief And Sweet Revenge Corp.”
Metode yang dikembangkan oleh Les Cohen tersebut cukup ampuh sehingga banyak toko bessar yang bersedia membayar $100 untuk sekali penampilan sebagai ‘pencopet’ tersebut. “Jasa yang kami berikan sebenarnya bukanlah suatu pekerjaan besar,” kata Les sambil tersenyum lebar.
Memang, hanya sebuahide kecil, meskipun demikian ide-ide kecil tersebut dapat memecahkan berbagai maslah dan menciptakan banyak pekerjaan baru atau karir baru untuk beribu-ribu orang. Saya sama sekali tidak anti terhadap ide-ide besar; ide-ide besar adalah suatu hal yang sangat bagus, namun kita harus ingat bahwa ide-ide ini bukan merupakan hal yang langka imajinasi yang kreatif adalah suatu karakteristik yang umum. Yang jarang timbul adalah penghargaan kita atas ide tersebut.
Tidak lama setelah lulus dari Barnard College, Stephanie Winston memperhatikan bahwa banyak orang yang membiarkan kehidupan-kehidupan profesional mereka hidup dalam suatu kebingungan karena perencanaan yang buruk, tagihan-tagihan yang tidak terbayar dan perjanjian-perjanjian yang penuh dengan konflik. Bantuan administratif dan kesekretarisan mungkin dapat sedikit membantu, namun mengapa tidak mempelajari unsur manusia yang menjadi pelaku utamanya.
Percikan Perenungan
Kedamaian timbul bukan karena ketiadaan konflik dalam hidup; tetapi karena kemampuan untuk mengatasinya. Anonim
Mengetahui apa yang benar tapi tidak melakukannya, itulah kepengecutan yang tak berampun. Konfusius
Memenangkan jiwa seseorang dengan nbujukan mungkin akan membutuhkan waktu yang tak aada habisnya; tapi kendati pun demikian hal tersebut masih jauh lebih cepat daripada melakukannya dengan paksaan.
Dengan bantuan Tuhan mudah-mudahan kita menjadi bagian dari jawaaban, bukan bagian dari persoalan, Peter Marshall
Janganlah merasa takut mengajukan suatu pertanyaan yang tolol; sebab dibandingkan dengan kesalahan yang tolol; hal ini masih jauh lebih mudah untuk ditangani. William Wister Haines
Dua orang yang banyak bicara tak akan pernah bisa berjalan jauh bersama-sama. Peribahasa Spanyol

1 komentar: